Alasan Orang Indonesia Ingin Jadi TKI di Malaysia

Malaysia menjadi negara tujuan utama Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Jumlah TKI Indonesia di Malaysia pada tahun 2017 ditaksir mencapai 2,7 jiwa jiwa. Lantas apa yang menjadi alasan orang Indonesia ingin jadi TKI di Malaysia?
Banyak resiko Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Mereka harus berhadapan langsung dengan rintangan yang bisa saja menghadang mereka setiap saat. Tetapi alasan orang Indonesia ingin jadi TKI di Malaysia memang lebih kuat dari itu.

Seperti halnya saat pulang melalui jalur gelap. Mereka harus bertaruh nyawa untuk bisa kembali ke Indonesia. ‎Sebenarnya, jika ingin memilih, mereka akan memilih menjalani kehidupan di dalam negeri.

Namun karena tergiur gaji yang lebih besar, mereka nekat mengadu nasibnya di Malaysia. Seperti dikatakan Dorce, wanita asal Flores yang dikaruniai seorang anak saat tinggal Malaysia.

“Sebenarnya lebih enak di Indonesia. Tapi karena (di sana) gaji lebih besar,” katanya dikutip dari tribunnews.


Menurut dia, melalui jalur ilegal lebih mempermudah proses mereka tiba dan mendapatkan pekerjaan di Malaysia. Jika melalui jalur resmi, selan lebih lama biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal.

“Ya, lebih mudah saja untuk sampai di sana. Karena juga tak punya paspor‎,” ungkapnya. Sedangkan itu sang suami Fredy menuturkan selama sebulan ia digaji 1200 ringgit atau setara Rp 3,7 juta. Sementara sang istri bekerja sebagai cleaning service.

“Cukuplah untuk memenuhi kebutuhan kita dan nabung untuk anak sekolah. Ini saya pulang antar anak karena sudah waktunya sekolah,’ kata Fredy.

Ada juga warga dari Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih menjadi TKI di Malaysia. Zainudin, TKI asal Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, dirinya sudah belasan tahun menjadi TKI ke Malaysia dan dalam beberapa hari ini akan berangkat kembali untuk bekerja di salah satu perusahaan kebun kelapa sawit setelah mengambil cuti lebaran.


“Saya jadi TKI ke Malaysia sudah sejak lama, tiga kali yang sekarang, pasalnya dari sisi penghasilan cukup menjanjikan, ditambah nilai tukar ringgit yang terkadang mahal setelah dirupiahkan” kata Zainudin dikutip dari cendananews.

Apalagi saat sedang musim buah sawit selama tiga bulan ke depan, dalam sebulan ditambah gaji lembur dirinya bisa mendapatkan gaji perusahaan bisa mencapai 3.000 Ringgit.

Nilai tersebut, setara dengan sembilan juta rupiah dan musim buah seperti sekarang merupakan bulan paling menguntungkan bagi teman-teman TKI bisa mendapatkan keuntungan gaji besar.

“Dari hasil bekerja sebagai TKI saya bisa membangun rumah dan menyekolahkan anak yang tahun ini akan masuk salah satu Perguruan Tinggi Negeri di NTB,” kata Zainudin.

Multazam, warga Kabupaten Lombok Tengah lain menambahkan, sebagian warga kenapa banyak lebih memilih menjadi TKI, selain hasil menjanjikan juga karena di rumah tidak mau dikerjakan yang bisa menghasilkan, jangankan mau membangun rumah, mencukupi kebutuhan hidup keluarga saja sering mengalami kesusahan.


Kalaupun ada lahan pertanian yang dikerjakan, penghasilan didapatkan tidak menentu bahkan seringkali gagal panen. Seperti musim tanaman tembakau sekarang, mana modal digunakan juga terkadang berutang.

“Saya juga rencananya mau masuk lagi ke Malaysia untuk bekerja di kebun kelapa sawit dan saat ini sedang mengurus berkas dokumen keberangkatan, termasuk paspor,” terangnya.

Itulah alasan-asalan orang Indonesia ingin jadi TKI di Malaysia. Anda tertarik?(*)

Belum ada Komentar untuk "Alasan Orang Indonesia Ingin Jadi TKI di Malaysia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel